Sukses & Berhasil

Siapapun tentunya menginginkan keberhasilan dan kesuksesan dalam hidupnya. Begitu pula dengan saya pribadi. Namun ada beberapa aspek-aspek terpenting yang harus kita pikirkan tentang kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup. Menjadi sukses dan berhasil memiliki makna yang mendalam dan spesifik bagi setiap orang. Ada yang menganggap, saya sukses jika saya mampu memiliki rumah impian, mobil yang canggih, jalan-jalan ke luar negeri dan masih banyak lagi. Dan itu merupakan sah-sah saja menurut saya. Tapi yang terpenting bukan tentang sejauh mana kita berhasil dan sukses, namun apa yang kita dapat lakukan dengan keberhasilan atau kesuksesan yang kita miliki.

Di masa sekarang dengan perkembangan social media memudahkan kita untuk melihat kehidupan orang lain tanpa menjalin sebuah hubungan pertemanan terlebih dahulu. Dan tanpa kita sadari, jika kita tidak bisa menjaga hati kita, apa yang kita lakukan itu dapat membawa kita kepada perasaan“iri hati” dengan apa yang orang lain miliki, termasuk kesuksesan mereka.

Seperti yang saya bahas diatas, sah-sah saja jika kita mau mengejar kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup. Tuhan mau kita sebagai anak-anakNya memiliki hidup yang sukses dan berhasil, cuman sekali lagi kita harus tahu tujuan mengapa kita sukses. Jangan sampai kesuksesan dan keberhasilan yang kita mau raih itu nantinya memiliki motivasi yang tidak jelas atau hanya karena kita mengejar seperti apa yang orang lain miliki, dan melupakan tujuan yang Tuhan mau kita lakukan dalam hidup kita. Jangan sampai label kata “terinspirasi atau termotivasi dari orang lain” dijadikan sebagai sebuah pembenaran untuk menutupi rasa iri hati kita kepada orang lain. Sekali lagi kita harus tahu jelas mengapa kita menginginkan untuk berhasil dan sukses dalam hidup ini.

Kesuksesan dan keberhasilan bukanlah perkara yang mudah, karena membutuhkan usaha yang keras dan bertahun-tahun untuk membangunnya. Sukses tanpa kerja keras hanya ada di dalam cerita dongeng. Tidak mungkin kesuksesan terjadi tanpa kita mau bekerja keras untuk meraihnya.

Kesuksesan & Keberhasilan adalah sebuah “akibat”

Kebanyakan orang berpikir bahwa kesuksesan dan keberhasilan merupakan “sebab” dan bukan “akibat”. Itulah yang menjadikan banyak orang menghalalkan segala cara, dan akhirnya mengorbankan integritas mereka dalam mengejar kesuksesan dan keberhasilan mereka. Keberhasilan merupakan “akibat” dari suatu “sebab”. Keberhasilan tidak bisa datang sendiri dalam kehidupan kita.

Seperti perihal “menabur” dan “menuai”, itulah gambaran sederhana tentang kesuksesan dan keberhasilan. Banyak orang di zaman yang dituntut untuk lebih cepat (instant) mulai meninggalkan sebuah proses dibandingkan tentang hasil. Mereka lebih tertarik untuk menuai tanpa mau melewati proses untuk menabur. Padahal kedua hal itu saling berkaitan. Banyak orang pada saat ini lebih tertarik untuk melihat dan menginginkan kesuksesan yang orang lain raih di banding untuk mencari tahu kunci mengapa mereka bisa sukses atau berhasil. Seperti ungkapan, “Enak ya kamu bisa sukses seperti sekarang”. Atau mungkin pernyataan “Andaikan aku bisa sukses dan berhasil kayak kamu”. Nah inilah yang menjadi dasar alasan saya untuk mengajak kita untuk berpikir ulang dengan kesuksesan yang mau kita raih, apakah kita mau sukses karena keputusan diri kita sendiri, ataukah kita mau sukses karena hasil ingin bersaing atau mengingini apa yang orang lain peroleh.

Ada tiga poin yang Tuhan mau kita belajar tentang kunci keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup, yang diambil dari Mazmur 1:1-3.

Nasehat

Kita harus bijak kepada siapa kita meminta nasehat. Kita gak bisa dengan sembarangan meminta nasehat. Nasehat siapa yang kita dengar akan menentukan arah keberhasilan dan kesuksesan yang kita mau.

Bergaul dengan orang benar

Apa saja yang kita dapatkan dalam kehidupan, yang membawa kita maju atau mundur, datangnya dari siapa kita bergaul. Sehingga kita harus benar-benar bijak dan belajar bagaimana membangun sebuah hubungan, sehingga kita tahu kepada siapa kita bergaul. Seperti yang saya alami, akibat kegagalan saya untuk membangun bisnis, salah satunya karena saya salah kepada siapa saya bergaul. Saya salah untuk membangun sebuah hubungan kerjasama yang akhirnya mengantarkan saya kepada kehancuran.

Ada begitu banyak orang di zaman sekarang tidak suka untuk melihat keberhasilan orang lain peroleh. Mereka lebih cenderung untuk iri dan akhirnya mencemooh terhadap keberhasilan yang orang lain raih. Dan orang seperti inilah yang perlu kita hindari jika kita mau menginginkan kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup. Dan jika misal Tuhan mengizinkan hal itu terjadi, anggap saja sebagai salah satu proses Tuhan untuk membentuk kita menjadi orang yang rendah hati. Tidak semua juga apa yang orang lain katakan/ cibirkan perlu untuk dimasukkan ke dalam hati kita. Toh, orang-orang tersebut belum tentuh sepenuhnya mengenal siapa diri kita.

Tidak semua orang suka dengan apa yang kita raih. Dan kita harus bijak kepada sapa kita menjalin sebuah hubungan. Ada begitu banyak orang cuman melihat keberhasilan orang, tapi mereka tidak mau melihat apa yang dilakukan oleh orang tersebut sebelum mereka mendapatkan keberhasilan. Ada begitu banyak orang cenderung untuk iri dengan keberhasilan orang/ berkat orang lain terima, tanpa mau melihat proses yang harus dilewati oleh orang itu. Keberhasilan adalah sebuah “akibat” dan bukan “sebab”.

Tuhan mau kita sukses dan berhasil, namun sayangnya ukuran keberhasilan dan kesuksesan yang dipandang oleh dunia adalah pada uang, kekayaan, dan kedudukan. Jangan heran kenapa, seringkali kita dapati banyak orang yang sukses dengan kekayaan, uang dan kedudukan harus mengalami kehancuran di dalam aspek lain, misalnya hubungan dengan keluarganya. Atau misal sukses dalam pelayanan, namun di sisi lain mengalami kehancuran. Tuhan menghendaki kita memiliki kesuksesan dan keberhasilan secara menyeluruh dalam setiap aspek hidup kita. Dan bukan di satu sisi saja.

Perenungan

Secara jelas di Mazmur dinyatakan, salah satu kunci keberhasilan adalah merenung. Merenung bisa dikatakan untuk merenungkan keberhasilan dengan kebenaran Firman Tuhan. Ada banyak hal perubahan dalam cara berpikir saya semenjak saya mulai belajar untuk merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Memang Firman Tuhan tidak mengubah keadaan saya secara langsung sampai hari ini. Namun Firman Tuhan itulah yang akhirnya mengubah cara pandang saya terhadap kehidupan yang saya miliki. Saat saya mulai mengenal kebenaran Firman Tuhan, hal itu yang membuat saya boleh memandang kehidupan bukan dengan kacamata saya sendiri, namun menggunakan cara pandang yang Tuhan miliki. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan kebenaran Firman Tuhan sebagai penyaring dan penuntun arah dalam kehidupan kita. Ketika kita merenung keberhasilan membuat kita akan mempersiapkan keberhasilan dan kesuksesan itu. Seperti ungkapan saya diatas, keberhasilan tak bisa datang sendiri dalam hidup kita, dan diperlukan persiapan yang matang dan benar untuk dapat meraihnya.

Bagi seorang Raymond, untuk menjadi sukses, kaya atau terkenal bukanlah tujuan hidup. Biarkanlah itu semuanya sebagai alat untuk tujuan yang lebih besar, yakni untuk dapat menjadi berkat buat orang lain.

Tiga poin diatas inilah yang akhirnya memberikan pembaharuan dalam berpikir saya untuk mengejar keberhasilan kesuksesan. Menjadikan sebuah kesuksesan dan keberhasilan bukanlah sebagai tujuan, namun selayaknya kesuksesan yang di raih, dapat di bagikan untuk menjadi berkat bagi banyak orang dan itu yang menjadi alasan utama saya dalam “proses” untuk membangun kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup saya sendiri. Semoga jurnal kali ini boleh memberkati para sobat semua untuk mengerti lebih jauh tentang kesuksesan dan kebenaran yang sobat mau raih.

1 reply to Sukses & Berhasil