Freedom

Tujuh puluh dua tahun lamanya bangsa ini boleh merayakan kemerdekaannya. Dan tentunya bukanlah sebuah hal yang mudah bagi para pahlawan untuk memperebutkan kemerdekaan untuk bisa ada. Sang para pahlawan bersatu padu tanpa memandang perbedaan dan berfokuskan pada satu tujuan yang sama, yaitu merdeka.

Nah, kali ini saya mencoba ingin membagikan pemikiran tentang makna “merdeka“. Dan diharapkan para sobat boleh mengambil pelajaran positif di dalamnya.

Freedom mengandung makna bebas dari keterikatan & tekanan, tidak ada ketergantungan, tidak terbelenggu atau tidak terpenjara. Nah melalui makna diatas akhirnya menjadi sebuah perenungan bagi saya, apakah benar hidup kita sudah bebas/ merdeka? ataukah kita masih dalam terpenjara dalam tekanan dan pemikiran kita, dan akhirnya membuat kita tidak dapat menjalani kehidupan ini secara maksimal.

“… kebenaran itu yang akan memerdekakanmu.” – Yohanes 8:32

Untuk mengawali pembahasan perenungan tentang freedom, maka saya mengambil ayat diatas sebagai dasar pemikiran saya tentang apa itu bebas/ merdeka. Di ayat di atas secara jelas hanya dengan memiliki kebenaran, kita boleh mendapatkan kemerdekaan dalam kehidupan kita.

Apa sih kebenaran itu?  

Kebenaran itu adalah sebuah Pribadi. Yaitu Tuhan Yesus itu sendiri. Dan di saat kita boleh mengenal kebenaran itu sebagai seorang pribadi, tentunya kita akan dimampukan untuk melakukan kebenaran. Penyingkapan diri bahwa Yesus itu adalah kebenaran dikemukakan pada saat Yesus bersama para muridnya bahwa Ia adalah Jalan + Kebenaran + Kehidupan.

Yesus sebagai jalan mengandung arti iman bahwa Ia hanya satu-satunya jalan penghubung untuk memperdamaikan hubungan kita kepada Bapanya. Pada saat kita sudah menemukan Yesus sebagai jalan tentunya Dia yang akan membawa keselamatan & hidup kekal kepada kita.

Apakah Yesus hanya sebatas jalan keselamatan dan hidup kekal?

Tentunya tidak sampai di situ saja,  Yesus juga sebagai salah satu jalan untuk kita mengenal kebenaran. Karena Yesus itu adalah pribadi kebenaran. Dan jangan heran bahwa Yesus meminta kita untuk boleh belajar akan karakter pribadiNya yang lemah lembut & rendah hati. Dan Yesus menjanjikan ketenangan dan jiwa kita pada waktu kita boleh belajar dari karakter pribadiNya.

“….belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” – Matius 11:29

Dan pada saat kebenaran itu boleh kita hidupi, tentunya kebenaran itu akhirnya yang akan memerdekakan hidup kita. 

Yesus sebagai kehidupan, disini diartikan bahwa Yesus mau kita menjalani hidup yang benar-benar hidup. Bukan hidup yang sekedar untuk dijalani dan dipertahankan. Namun Ia mau kita memiliki hidup yang berkelimpahan dan akhirnya menghasilkan buah yang boleh dirasakan bagi banyak orang.

“…….., Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yohanes 10:10

Salah satu kunci kebahagiaan dalam hidup adalah memiliki hidup yang merdeka. 

Di tengah kehidupan dan kondisi yang makin lama makin susah, tentunya tidak mudah bagi kita untuk dapat melakukan kebenaran. Kita tidak akan pernah mampu untuk berhasil melakukan kebenaran dengan mengandalkan kekuatan diri kita sendiri. Hanya dengan mengandalkan Sang Pribadi Kebenaran dan Roh Kudus tentunya yang akan memampukan kepada kita untuk melakukan kebenaran itu sendiri.

“…. dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan” – 2 Korintus 3:17

Nah, setelah kita mengetahui bagaimana kita boleh mendapatkan kemerdekaan itu, tentunya kita harus dapat menjaga kemerdekaan yang Tuhan berikan dengan menjalani kehidupan ini secara maksimal. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kemerdekaan itu dengan pekerjaan yang sia-sia. Dan dari kemerdekaan yang kita punya, Tuhan mau supaya kita bisa menjadi berkat dan melayani orang lain dengan penuh kasih.

Hanya dengan menjalani kebenaran, maka kita boleh mendapatkan kemerdekaan dan damai sejahtera.

Di mana ada kebenarandi situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. – Yesaya 32:17

Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka . Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. – Galatia 5:13

Kemerdekaan yang sesungguhnya dimulai dengan melakukan apa yang benar.

Dan satu hal yang perlu kita ingat, bahwa Kemerdekaan yang Terbesar pada saat Tuhan Yesus sudah menebus dosa kita di kayu salib. Dan itu sebagai salah satu bukti bahwa hidup kita merdeka. Dan tinggal menjadi perenungan bersama apakah kita sudah menikmati kemerdekaan yang Tuhan Yesus berikan dengan menjalani kehidupan ini dan memiliki hidup yang berdampak bagi banyak orang .

Life without control could lead to life out of control.

Kemerdekaan bisa kita raih pada saat kita berani untuk jujur pada diri kita sendiri. Mulai hadapi realita hidup kita dengan kebenaran. Tuhan tidak akan bisa mendewasakan kita hanya dengan menina-bobo kan kita. Tanpa hidup dalam kebenaran dan menerima kebenaran kita tidak bisa hidup dalam kebenaran yang Yesus inginkan.

Kemerdekaan bukan berarti kita bebas dan merdeka untuk melakukan apapun tanpa kendali, justru kemerdekaan sesungguhnya pada saat kita memiliki kebenaran sebagai pengendali kehidupan kita.
Dirgahayu Indonesia 72 Tahun

Jayalah selalu!