Takut

Hello sobat!

Bagaimana kabar sobat hari ini?

Saya berharap sobat dalam kondisi yang baik, dan mungkin jikalau sobat dalam kondisi yang kurang baik, yakinlah apa yang sobat alami akan mendatangkan sebuah kebaikan.

Dalam tulisan saya kali ini, saya ingin mencoba membahas topik tentang “takut”. Pastinya setiap kita pernah mengalami perasaan “takut”. Bentuk ketakutan itu macam-macam, antara lain : takut ketinggian, takut kegelapan, takut kekurangan, takut rugi, takut gagal, dan mungkin bisa kearah takut mati.

Ada sebuah penelitian yang pernah dilakukan tentang ketakutan. Dan ditemukan bahwa ternyata 85% dari ketakutan orang tidak pernah terjadi. 15% dari sisanya adalah betul terjadi tapi tidak seheboh yang di kuatirkan. Dan ternyata pada saat manusia itu jalani, mereka akan menganggap hal itu biasa-biasa saja.

Saya secara pribadi juga bukan sosok yang pemberani dan saya cenderung sebagai orang yang penakut malahan. Namun yang ingin saya bagikan adalah bukan masalah ketakutan yang kita rasakan, tapi bagaimana kita dapat meresponi ketakutan yang kita punya sebagai peluang untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan jangan sampai rasa takut itu malahan menjadikan kita susah untuk menikmati kehidupan ini. Banyak orang harus menggantikan sukacita mereka dalam kehidupan dikarenakan mereka memelihara rasa “takut” itu. Jangan biarkan rasa takut itu menjadi monster raksasa yang akhirnya malah membelenggu hidup kita.

Kecemasan bisa menjadi cikal bakal terjadinya ketakutan

Ketakutan bisa timbul pada saat kita kurang percaya diri, kita mengalami traumatik yang pernah kita alami atau kita lihat dari orang lain, merasa tidak mampu untuk menghadapi kenyataan hidup yang ada di depan kita, dan terkadang ketakutan yang kita miliki tidak jelas, dikarenakan kita memiliki konsep pikir yang salah

Ada 2 hal mengapa rasa takut yang berlebihan itu tidak baik :

(1) Ketakutan itu akan melumpuhkan

Percayakah pada saat kita takut, kita tidak bisa melakukan sesuatu hal yang biasanya kita bisa lakukan. Dan biasanya tidak hanya melumpuhkan saja, namun juga bisa mematikan potensi kita. Rasa takut mengakibatkan orang yang memiliki potensi tidak bisa menjalankan potensinya. Jangan biarkan rasa takut itu membunuh impian kita. Ketakutan dapat mematikan rencana Tuhan dalam diri seseorang.

Ketakutan adalah hasil produk yang kita ciptakan dari pola pikir kita.

Contoh saja dalam kehidupan yang saya alami. Saya adalah orang yang takut gagal. Pada saat itu saya memelihara rasa takut tersebut secara berlebihan dan akhirnya saya menemukan hal yang saya takuti, yaitu kegagalan dalam usaha. Tapi akhirnya saya sadar bahwa sebuah kegagalan tidak perlu untuk ditakuti, namun itu sebagai kesempatan saya untuk semakin menggantungkan hidup saya kepada Tuhan. Lewat kegagalan justru menjadikan saya sebagai pribadi yang kuat. Dan tentunya lewat itu semuanya, Tuhan memberikan kesempatan kepada saya untuk berkiprah karir sebagai desainer di dunia Internasional.

(2) Ketakutan itu memperbudak

Tahukah sobat? kalau apa yang terjadi di masa yang akan datang adalah hasil dari keputusan-keputusan yang kita lakukan. Jangan biarkan ketakutan yang kita miliki menentukan masa depan kita. Jangan sampai karena ketakutan, membuat kita memutuskan sebuah keputusan yang salah. Itulah mengapa pada saat kita harus mengambil keputusan, dibutuhkan rasa ketenangan / kepala yang dingin. Dan biarlah keputusan-keputusan yang kita ambil merupakan hasil cerminan dari apa yang menjadi harapan kita, dan bukan cerminan dari ketakutan kita.

Beriman adalah kondisi diri kita untuk mengandalkan Tuhan, namun berani itu adalah kondisi dimana kita mengandalkan kekuatan diri kita sendiri.

Dengan beriman, kita bisa mengatasi rasa takut yang kita miliki.

Mengapa beriman? kok bukan berani? Karena beriman adalah mengundang Tuhan dalam menghadapi kenyataan dan masalah-masalah yang menghampiri dalam kehidupan kita. Saya menggambarkan iman adalah frekuensi dimana Tuhan bekerja, dan takut adalah frekuensi dimana iblis bekerja.

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” – Yeremia 17:7

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” – 2 Timotius 1:7